Apakah Boleh Seorang Musafir Menjama’ Shalat Jum’at dan Ashar

Apakah Boleh Seorang Musafir Menjama’ Shalat Jum’at dan Ashar

Oleh: Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Al-Wushabi hafizhahullah

Jawab: Ya, boleh baginya untuk menjama’, tidak mengapa Insya Allah. Asy-Syaikh Al-‘Utsaimin mengatakan, “Tidak boleh” dan beliau benar-benar menekankan hal itu. Namun, beliau tidak menyebutkan dalilnya.

Hukum asal  bahwa seorang musafir tidak wajib baginya shalat jum’at, tapi apabila ia menghadiri shalat jum’at tidak mengapa dan boleh baginya shalat ashar dua raka’at setelahnya .

Ini (bolehnya menjama’ antara jum’at dan ashar) juga difatwakan Asy-Syaikh Muqbil, pendapat inilah sepertinya yang benar, karena kalau seandainya hal itu tidak boleh pasti ada dalil yang menerangkannya.

[ dari kaset: Jawaban atas pertanyaan Abu Rawahah ]

Sumber: Ulama Yaman

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: