Sejarah Hidup Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Al-Wushobi

Beliau adalah murid Asy-Syaikh Muqbil rahimahullah yang paling senior, sekaligus teman sejawat dalam merintis dakwah di Yaman. Semenjak Asy-Syaikh Muqbil masih hidup, Asy-Syaikh Al-Wushâbi sudah mengasuh ma’had di Al-Hudaidah, dan beliau sudah menjadi salah tokoh besar dakwah salafiyyah di Yaman yang sangat disegani dan diperhitungkan.

Asy-Syaikh Muqbil rahimahullah memuji beliau dengan mengatakan :

مُحَمَّد بنُ عَبْدِ الوَهَّاب العَبْدَلِي الوُصَابِي أَبُو إِبْرَاهِيمَ، الدَّاعِي إِلَى اللهِ، الزَّاهِدُ الصَّبُورُ المُتْقِنُ فِي تَحْقِيقَاتِهِ وَتَأْلِيْفِهِ، وَكَلاَمُهُ عَلَى الحَدِيثِ فِي غَايَةِ الإِتْقَانِ

Muhammad bin ‘Abdil Wahhâb Al-’Abdali Al-Wushâbi Abû Ibrâhîm, seorang da’i ilallâh, seorang yang zuhd, sangat penyabar, sangat mutqin (kokoh dan tepat) dalam berbagai penelitian dan karya tulisnya. Uraiannya dalam bidang ilmu hadits berada pada puncak itqân (kekokohan/ketepatan).”

Demikian pujian sekaligus pengakuan Asy-Syaikh Muqbil atas kedudukan dan kapasitas keilmuan dan ketokohan Asy-Syaikh Muhammad, serta peran beliau dalam dakwah.

Dalam kitab Al-Qaulul Mardhî fî ‘Umratil Makki karya Asy-Syaikh Muhammad bin ‘Abdil Wahhâb Al-Wushâbi, dalam muqaddimahnya Asy-Syaikh Muqbil Al-Wâdi’i v menegaskan pujian dan tazkiyyahnya bahwa  :

أما كاتب هذه الرسائل فهو الشيخ / محمد بن عبد الوهاب شيخ التوحيد والحديث والفقه والأخلاق الفاضلة والزهد والورع وهو المربي الرحيم وهو الداعي إلى جمع كلمة المسلمين، المحذر من الحزبية المساخة وهو الصبور على الفقر والشدائد وهو الحكيم في الدعوة، يحب سلف الأمة ويبغض المبتدعة كل بقدر بدعته.

“Adapun penulis risalah ini, yaitu Asy-Syaikh Muhammad bin ‘Abdil Wahhâb adalah seorang syaikh (guru besar) dalam bidang tauhid, hadits, fiqh, akhlaq yang mulia, zuhd, wara’. Sekaligus dia adalah seorang murabbi (pendidik) yang penuh kasih sayang, seorang da’i menuju persatuan umat, seorang pentahdzîr dari hizbiyyah perusak. Dia adalah seorang yang sangat penyabar dalam menghadapi kefaqiran dan kegentingan. Dia seorang yang bijak dalam berdakwah, sangat mencintai Salaful Ummah, sangat membenci para ahli bid’ah masing-masing sesuai dengan tingkat bid’ahnya.”

Asy-Syaikh Muhammad bin ‘Abdil Wahhâb Al-Wushâbi adalah murid Asy-Syaikh Muqbil rahimahullah yang paling senior, sekaligus teman sejawat dalam merintis dakwah di Yaman. Semenjak Asy-Syaikh Muqbil masih hidup, Asy-Syaikh Al-Wushâbi sudah mengasuh ma’had di Al-Hudaidah, dan beliau sudah menjadi salah tokoh besar Dakwah Salafiyyah di Yaman yang sangat disegani dan diperhitungkan. Ketika Al-Hajûri masih sebagai murid, beliau hafizhahullâh sudah sebagai seorang ‘ulama besar sekaligus tokoh dakwah salafiyyah yang disegani dan diperhitungkan di Yaman. Senioritas, kapasitas, kedudukan, dan ketokohan Asy-Syaikh Muhammad bin ‘Abdil Wahhâb sudah diketahui sejak masa hidup Asy-Syaikh Muqbil rahimahullah, sekaligus diakui dan disaksikan oleh beliau dan salafiyyin di negeri Yaman.

Dakwah Salafiyyah di negeri Yaman dengan segala hasil yang terwujud sekarang berupa tersebar dan meratanya dakwah ini menerangi Yaman dengan cahaya tauhid dan sunnah sehingga sirna dan musnalah berbagai kegelapan kejahilan, kesyirikan, khurafât, dan aqidah (syi’ah) râfidhah, demikian juga dakwah salafiyyah menjadi dikenal di segenap kota, di segenap desa, di gunung, lembah, wadi dan lainnya, itu semua tidak lain adalah dengan karunia dan keutamaan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, kemudian berkat dakwah ‘Allâmatul Yaman Asy-Syaikh Muqbil bin Hâdi Al-Wâdi’i rahimahullah. Sejak puluhan tahun yang lalu beliau rahimahullah merintis dakwah salafiyyah di negeri Yaman, yang kala itu beliau berjalan dengan ditemani teman sejawat beliau sekaligus shahabat, murid, dan pembela beliau yaitu Asy-Syaikh Muhammad bin ‘Abdil Wahhâb Al-Wushâbi Al-Abdali hafizhahullâh. Pada awal-awal dakwah, beliau berdua berjalan bersama keliling di bumi Yaman sebagai da’i yang menyeru kepada Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya. Hingga Allah mudahkan dakwah ini menjadi besar dan kuat seperti sekarang. Robohlah kekuatan kaum Syi’ah Rafidhah di Yaman bagian utara serta hancurlah upaya kaum sufi membodohi kaum muslimin dengan khurafat dan kejahilan di Yaman bagian selatan. Berbagai ma’had ahlus sunnah bertebaran di negeri Yaman, dipenuhi dengan ilmu, kasih sayang, dan persatuan yang kokoh. Berbagai halaqah ilmu di masjid-masjid di berbagai kota penuh dihadiri oleh para pelajar Ahlus Sunnah. Ahlul Bid’ah dan hizbiyyah pun menjadi kecil dan gentar menghadapi dakwah Ahlus Sunnah. Semua itu sekali lagi berkat pertolongan dan taufiq dari Allah, kemudian kegigihan dan perjuangan Asy-Syaikh Al-’Allâmah Muqbil Al-Wâdi’i serta para masyâikh kibâr ahlus sunnah lainnya sebagai murid-murid beliau

Sumber: dammajhabibah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: