Sunnah Sunnah Fithrah, Bag: 1

kitab

Bismillahirrahmanirrahim, pada kesempatan ini, kami ingin sedikit berbagi faedah-faedah mulia seputar sunnah-sunnah fithroh. Faedah ini kami dapatkan ketika mendengarkan beberapa ceramah yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Hasyim Asy-Syihri. Beliau adalah murid Asy-Syaikh Muqbil rahimahullahu Ta’ala. Sekarang beliau menjadi salah satu pengajar di Ma’had Darul Hadits Syihr, Hadhrmaut, Yaman yang dikelola oleh Asy-Syaikh Abdullah Al-Mar’i hafizhahullah.

Kajian tentang sunnah-sunnah fithroh yang beliau sampaikan terdiri dari empat sesi. Namun, qaddaralah wa ma sya-a fa’ala, kami hanya mengikuti tiga diantaranya, adapun sesi yang pertama kami tidak mendapatkan rekamannya. Alhamdulillah, kajian beliau ini telah tersedia di situs resmi ma’had darul hadits syihr yang dikelola oleh Asy-Syaikh Abdullah Al-Mar’i hafizhahullah Ta’ala.

Sunnah-sunnah fitroh yang kami maksud adalah yang termaktub dalam hadits Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim:

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « الْفِطْرَةُ خَمْسٌ – أَوْ خَمْسٌ مِنَ الْفِطْرَةِ – الْخِتَانُ وَالاِسْتِحْدَادُ وَتَقْلِيمُ الأَظْفَارِ وَنَتْفُ الإِبْطِ وَقَصُّ الشَّارِبِ ».

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Fitrah ada lima –atau ada lima perkara yang termasuk fithroh-, yaitu: Khitan, istihdad, memotong kuku, mencabut bulu ketiak, dan memotong kumis.”

Untuk sesi pertama, Al-Ustadz atau yang lebih cocok kita panggil Asy-Syaikh Abu Hasyim Asy-Syihri menjelaskan tentang makna fithroh dan beberapa faedah penting seputarnya. Namun, seperti yang kami jelaskan, kami tidak memiliki catatan untuk sesi pertama tersebut…… wallahul musta’an

Sesi Kedua

Langsung saja kita masuk ke pertemuan kedua, beliau berkata:[1]

Ucapan Nabi Shallallahu ‘alihi wa Sallam “Al-Fithroh ada lima” bukan sebagai pembatasan bahwa sunnah fithrah hanya lima. Karena ada hadits-hadits lain yang menjelaskan bahwa sunnah-sunnah fithroh lebih dari lima sebagaimana yang akan kita sebutkan. (beliau akan menyebutkannya di akhir pembahasan, pent)

“Khitan” Nabi shallallahu ‘alihi wa Sallam menyebutkan bahwa (khitan) termasuk sunnah-sunnah fithroh yang juga dilakukan oleh para Nabi dan Rasul.

[ Masa-il ]

  • Makna Khitan

Para ulama berkata, bahwa khitan secara bahasa berasal dari kata khatana  (خَتَنَ)artinya adalah memotong (قَطَعَ).

Adapun maknanya secara istilah adalah:

قَطْعُ الْقَلَفَةِ الَّتِيْ تُغَطِّي الْحَشَفَةَ

“memotong kulit yang menutupi kepala dzakar” kulit tersebut dipotong sehingga tampaklah kepala dzakar.

  • Syari’at Khitan

Perlu kita pahami, bahwa perbuatan ini (berkhitan) adalah disyari’atkan didalam agama Allah Azza wa Jalla. Tidak ada silang pendapat diantara ulama’ tentang hal ini. Bahkan perbuatan ini termasuk syi’ar islam dan sifat kaum muslimin.

Bahkan, ada dikalangan ulama’ yang berpendapat bahwa apabila didapati disebuah daerah yang mengaku islam namun penduduknya semuanya meninggalkan khitan, dibolehkan bagi pemerintah untuk memeranginya. Karena mereka telah meninggalkan sesuatu yang termasuk ciri khusus kaum mukminin.

  • Waktu Khitan

Para ulama menyebutkan bahwa berkhitan memiliki dua waktu:

  1. waktu wajib
  2. waktu mustahab (disukai)

Bersambung insya Allah………


[1] Catatan: Kami disini tidak memuat semua ucapan beliau tetapi hanya point-point penting yang beliau sampaikan.

Satu Tanggapan

  1. Semoga Allah Swt membimbing kita dalam hidup ini sesuai dengan tuntunan Allah dan rasul-Nya..Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: