Kitab 50 Hadits Pilihan, karya Asy-Syaikh Abdullah Al-Mar’i Al-Adeni

Berikut ini adalah 50 hadits pilihan tentang Aqidah karya Asy-Syaikh Abdullah bin Umar bin Mar’i bin Buraik Hafizhahullahu Ta’ala yang tidak sepantasnya bagi seorang penuntut ilmu untuk tidak mengetahuinya

Pendahuluan Penulis

المقدمةالحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه, أما بعد:

Berikut ini adalah 50 hadits pilihan tentang aqidah. Dipilih dari kitab-kitab sunnah yang mu’tamad (jadi rujukan). Kami suguhkan kepada kaum muslimin semuanya agar memudahkan mereka yang ingin mengahafal dan mengamalkannya.

فنسأل الله ـ عز وجل ـ أن ينفع بها في الدنيا والآخرة. إنه ولي ذلك والقادر عليه, وصلى الله على نبيا محمد وعلى آله وصحبه وسلم.

Simpan Kitab disini

Klik Kanan pilih: Save AS/Simpan Tautan dengan nama

Sumber: Forum Ma’had Syihr

2 Tanggapan

  1. Ana Dengar Bahwa Syaikh Abdullah Al Mar’i di Hukumi HIZBIY oleh Al allamah An nashinul Amin syaikh Yahya bin ali al hajuri?

    [ admin ]
    Alhamdulillah, vonis hizbi beliau tidak di akui oleh para ulama’ Yaman lainnya, demikian pula para masyayikh Madinah, seperti Asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali, Syaikh ‘Ubaid Al-Jabiri, Syaikh Muhammad bin Hadi, dan selain mereka. Itu disebabkan karena alasan yang ditudingkan kepada Syaikh Abdullah tidak berdasar… Wallahu a’lam.

  2. FENOMENA VONIS HIZBIY ABAD XVI

    Mengapa vonis HIZBIY seringkali dilontarkan oleh ulama Ahlus Sunnah kepada para da’i yang juga Ahlus Sunnah ya. Kemana perginya NAQD ILMIYYAH sebagaimana yang pernah dilakukan oleh Imam Ibnu Baaz kepada DR. Salman al-Audah, Imam Nashir al-Albani kepada Abdul Fattah Abu Ghuddah, dan Imam Ibnu ‘Utsaimin kepada ‘Alwi al-Maliki, atau DR. Rabi’ bin Hadi kepada Sayyid Quthb (tentang Shahabat)?
    Mengapa yang hadir kini adalah Syaikh Yahya al-Hajuri yang menuding Hizbiy kepada Syaikh ‘Abdullah al-Mar’i?
    Mengapa yang hadir kini adalah Prof. Rabi’ bin Hadi yang menuding Hizbiy kepada Syaikh Abu Ishaq al-Huwaini?
    Juga sikap-sikap Syaikh Ubaid al-Jabiri, Yahya an-Najmi, dan yang sepertinya kepada para da’i Ahlus Sunnah?

    Kemana perginya NAQD ILMIYYAH dimana sebuah kitab dapat dibantah oleh kitab lainnya, dimana masing-masing penulisnya berpelukan di saat bertemu, tanpa HASAD dan KESUMAT?

    Kemana perginya pewaris-pewaris akhlaq Al-Albani yang tidak mencampur urusan pribadi dalam NAQD (KRITIK) ILMIYYAH, padahal mereka merasa belum puas jika tash-hih Al-Albani belum mengakhiri takhrij hadits di dalam buku-buku mereka. Wallaahul Musta’aan.

    —admin—
    Sebenarnya tahdzir dan kritik mereka semua sudah ilmiyah, hanyasaja kita yang gak tahu, karena tidak membaca kitab-kitab tahdzir mereka. Mungkin itu terjadi karena sikap kita yang katanya sok “jangan turun ke arena fitnah, sibukkan diri dengan menuntut ilmi” ya itu akhirnya, kita gk paham permasalahan sehingga membuat kita binggung.

    Adapun tahdzir syaikh Yahya Al-Hajuri terhadap Syaikh Abdurrahman Al-Ma’ri setelah melihat dan mengikuti kondisi, maka kami menyimpulkan -tentunya dibawah bimbingan ulama’- bahwa tahdzir Syaikh Yahya tidak ilmiyah, maka tidak boleh diterima

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: